ALKOHOL: Pengertian, Rumus Umum, Tata Nama, Sifat, Kegunaan Alkohol

Alkohol akan dibatasi pembahasanya seputar: pengertian alkohol, rumus umum alkohol, tata nama alkohol, sifat alkohol, identifikasi alkohol dan kegunaan alkohol.

A. Pengertian Alkohol

Alkohol disebut juga alkanol. Alkanol adalah senyawa turunan alkana yang mengandung gugus fungsi hidroksil (-OH) pada rantai atom karbon. Berikut ini merupakan contoh senyawanya.

alkohol - etilen glikol

Senyawa di atas dinamakan etilen glikol (1,2-etanadiol) yang berfungsi sebagai zat anti beku. Etilen glikolbiasa ditambahkan dalamair radiator mobil untuk mencegah air membeku selama musim dingin. Contoh senyawa tersebut menunjukan bahwa senyawa alkanol adalah senyawa turunan alkana yang mengalami substitusi dengan gugus hidroksi (-OH).

B. Rumus Umum Alkohol

Rumus umum alkohol adalah R – OH atau juga ditulis sebagai CnH(2n+2)O. Senyawa alkohol dapat dibedakan berdasarkan jumlah gugus fungsi hidroksil yang dimilikinya. Monoalkohol adalah alkanolyang mempunyai satu gugus –OH  dengan rumus molekul secara umum yaitu CnH2n+1OH. Contohnya metanol yang memiliki struktur CH3-OH. Dialkohol adalah alkanol yang mempunyai dua gugus –OH biasa disebut diol. Rumus molekul dialkohol secara umum yaitu CH2n(OH)2 dengan n = 2, 3, 4,… Contoh dialkohol yaitu 1,2-etanadiol dengan struktur HO-CH2– CH2-OH. Alkhol yang memiliki tiga gugus fungsi –OH disebut trialkohol. Polialkohol adalah senyawa alkanol yang memiliki banyak gugus –OH.

C. Tata Nama Alkohol

Alkanol adalah tata nama IUPAC turunan alkana dengan gugus fungsi berupa gugus hidroksil (-OH). Tata nama alkohol yang sesuai dengan IUPAC untuk alkanol, yaitu dengan mengganti akhiran –a pada nama alkana rantai induk menjadi –ol. Alkohol adalah nama lazim untuk alkanol. Cara penulisan nama lazim alkohol (nama trivial) yaitu alkil alkohol. Contoh senyawa alkanol dan penamaannya sebagai berikut.

Tabel contoh senyawa alkanol

Nama senyawa alkanol Struktur molekul alkanol
Metanol CH3-OH
Etanol C2H5-OH
Propanol C3H7-OH
Butanol C4H9-OH
Pentanol C5H11-OH
Heksanol C6H13-OH
Heptanol C7H15-OH
Oktanol C8H17-OH

Untuk lebih memahaminya lebih jauh silahkan kunjungi tata nama alkohol.

D. Sifat Alkohol

Sifat alkohol bisa dilihat dari sifat fisika alkohol dan sifat kimia alkohol. Disini hanya akan dibahas sepintas, jika ingin penjelasan lebih lanjut silahkan kunjungi sifat alkohol.

1. Sifat fisika alkohol

Sebagai senyawa karbon yang memiliki gugus hidroksi (-OH) alkanol bersifat polar, namun semakin panjang  gugus alkilnya maka semakin berkurang kepolarannya. Jadi, alkanol dengan gugus alkil lebih pendek akan bersifat lebih polar sehingga lebih mudah larut dalam air dan dalam pelarut polar lainnya. Selain bersifat polar, alkanol juga dapat membentuk ikatan hidrogen.

Adanya ikatan hidrogen menyebabkan alkanol memiliki titik didih yang lebih tinggi dibandingkan alkana pembentuknya atau dengan eter pada berat molekul yang sama. Sifat alkanol lainnya adalah mudah terbakar.

2. Sifat Kimia alkohol

Sifat kimia alkohol berhubungan dengan sifat kereaktifan (dapat tidaknya bereaksi).  Untuk mengetahui penjelasan lebih lengkaap mengenai reaksi – reaksinya silahkan kunjungi sifat alkohol.

E. Identifikasi Alkohol

Gugus hidroksil (-OH) pada alkanol mengakibatkan sifat polar dari molekul alkanol dan memberikan kemampuan untuk membentuk ikatan hidrogen. Ikatan hidrogen yang dimiliki alkanol memudahkannya larut dalam air. Rantai alkil pada alkohol yang semakin pendek dan bercabang akan meningkatkan kelarutan. Ikatan hidrogen antar molekul alkanol meningkatkan titik didih alkohol. Alkohol yang memiliki alkil pendek dan sedikit gugus –OH berwujud cairan encer pada suhu kamar, semakin banyak gugus –OH yang dimiliki makawujudnya semakin mengental ataau bahkan berbentuk padatan.

Indentifikasi jenis alkanol dapat dilakukan dengan reaksi logam alkali, contohnya dengan menggunakan natrium dan kalium. Reaksi yang terjadi adalah reaksi reduksi – oksidasi. Logam alkali dioksidasi menjadi ion positif, sedangkan gugus –OH pada alkanol direduksi menjadi gas H2. Contoh reaksinya berikut.

CH3-OH + Na → CH3ONa + ½ H2(g)

Semakin pendek rantai atom karbon pada senyawa alkanol maka kereaktifannya terhadap logam alkali makin besar. Kereaktifan senyawa alkanol dapat dilihat dari banyaknya gas H2 yang dihasilkan pada reaksi dengan logam alkali.

Uji identifikasi alkohol dapat juga dilakukan dengan menggunakan PCl5. Alkanol bereaksi dengan PCl5 membebaskan gas HCl berupa kabut putih tipis. Reaksinya sebagai berikut:

R-OH + PCl5(aq) → R-Cl + POCl3(aq) + HCl(g)

F. Kegunaan alkohol

  • Alkanol banyak dimanfaatkan sebagai pelarut, misalnya pelarut kosmetik (astringent) dan bedak cair.
  • Bahan antiseptik, misalnya untuk sterilisasi alat – alat kedokteran.
  • Bahan bakar, misalnya spirtus yang merupakan campuran etanol dan metanol. Spirtus diberi zat warna untuk menandai bahwa spirtus bersifat racun agar tidak diminum, sebab metanol merupakan senyawa alkanol yang beracun dan dapat menimbulkan kebutaan.
  • Sebagaai bahan baku untuk membuat senyawa kimia lainnya, misalnya pembuatan asam cuka.
  • Etilen glikol (etanadiol) digunakan sebagai zat anti beku yang ditambahkan pada air radiaator mobil di negara dengan empat musim.

Demikian ulasan mengenai senyawa alkohol . Jika ada masukan, saran ataupun pertanyaan silahkan berkomentar ya. Semoga bermanfaat…..

Sumber:

Cahyana, U, Sukandar,D dan Rahmat .(2007). KIMIA Untuk SMA dan MA Kelas XII.  Piranti: Jakarta.

Sudarmo, U.(2013). KIMIA: Untuk SMA/MA Kelas XI, Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam. Erlangga: Jakarta

Suharsini, M., Saptaarini, D., dan Heryati, S.H.A. (2007). Kimia dan Kecakapan Hidup, Pelajaran Kimia untuk SMA/MA. Ganeca Exact: Jakarta.

loading...
loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *