BENSIN DAN BILANGAN OKTAN

Komponen utama bensin adalah n-heptana dan isooktana. Angka yang digunakan untuk menunjukan mutu bensin ini disebut bilangan oktan.

BENSIN DAN BILANGAN OKTAN

bensin

Hasil pengolahan minyak bumi umumya dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Selain itu, digunakan juga sebagai bahan baku industri petrokimia, misalnya plastik dan serat. Bensin merupakan salah satu bahan bakar hasil pengolahan minyak bumi yang penting. Saat ini, ada beberapa jenis bensin yang beredar di pasaran, seperti premium, pertamax, dan pertamax plus. Harga masing-masing jenis bensin tersebut tidak sama karena mutunya berbeda.

Mutu bensin ditentukan oleh efektifitas pembakarannya di dalam mesin. Bensin yang baik tidak menimbulkan ketukan (knocking) pada mesin. Ketukan pada mesin terjadi bila bensin terbakar tidak pada saat yang tepat sehingga akan mengganggu gerakan piston pada mesin.

Komponen Bensin

Berdasarkan penelitian, bensin merupakan campuran dari berbagai macam senyawa hidrokarbon. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk menentukan senyawa manakah yang paling efektif digunakan sebagai standar dalam menentukan mutu bensin. Penelitian umumnya dilakukan dengan membuat bensin standar, yaitu bensin yang dibuat dari senyawa n-heptana dan isooktana (2,2,4-trimetil pentana). Angka yang digunakan untuk menunjukan mutu bensin ini disebut bilangan oktan ataau bilangan oktana. Semakin tinggi bilangan oktan bensin, semakin baik mutu bensin tersebut.

komponen utama bensin

Bensin standar yang mengandung 100% isooktana diberi bilangan oktan 100, sedangkan yang mengandung 100% n-heptana diberi bilangan oktan 0. Jadi, bensin standar yang mengandung 60% isooktana dan 40% n-heptana diberi bilangan oktan 60.

Bilangan Oktan

Penentuan angka oktan suatu bahan bakar dilakukan dengan pengujian di laboratorium, yaitu dengan membandingkan efisiensi pembakarannya dengan bensin standar. Alkohol yang mempunyai angka oktan 112, bukan berarti bahwa alkohol tersebut mengandung 112% isooktana. Tetapi, alkohol tersebut mempunyai efisiensi pembakaran 12% di atas bensin standar yang berkadara 100% isooktana. Jadi, jika suatu bahan bakar mempunyai bilangan oktan 80,mutu (kualitas) pembakarannya setara dengan bensin standar yang mengandung 80% isooktana dan 20% n-heptana. Tabel berikut memuat bilangan oktan dari beberapa bahan bakar.

Tabel bilangan oktan beberapa bahan bakar

Senyawa Bilangan oktan Senyawa Bilangan oktan
n-heptana 0 Metilsikloheksana 104
2-metilheksana 41 Benzena 108
3-metilheksana 56 Metilbenzena 124
2,2-dimetilpentana 89 1-heptena 68
2,3-dimetilpentana 87 5-metil-1-heksena 96
2,4-dimetilpentana 77 2-metil-2-heksena 129
3,3-dimetilpentana 95 2,4-dimetil-1-pentena 142
3-etilpentana 64 4,4-dimetil-1-pentena 144
2,2,3-trimetilbutana 113 2,3-dimetil-2-pentena 165
n-heksana 26 2,4-dimetil-2-pentena 135
sikloheksana 77 2,2,3-trimetil-1-butena 145

Pada umumnya, bensin yang dihasilkan dari proses penyulingan tahap pertama mempunyai angka oktan antara 70-80. Untuk itu, perlu dinaikan bilangan oktan -nya agar tidak menyebabkan mesin mudah aus. Peningkatan bilangan oktan dapat dilakukan dengan menambahkan zat aditif anti ketukan seperti Tetra Ethyl Lead (TEL), Methyl Tertier Buthyl Ether  (MTBE) dan etanol.

1. TEL (Tetra Ethyl Lead)

TEL (Tetra Ethyl Lead) dengan rumus kimia Pb(C2H5)4. Cara ini efektif, tetapi timbal hasilpembakarannya dapat mengendap di mesin. Oleh karena itu, perlu ditambahkan senyawa 1,2-dibromoetana (C2H4Br2), yanga kan mengikat timbal menjadi PbBr2 yang mudah menguap.

Adanya PbBr2 yang berasal dari bensin menimbulkan masalah baru, yaitu dapat menimbulkan pencemaran. Selain itu, timbal yang terlepas ke udara juga berbahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu, saat ini penggunaan timbal untuk meningkatkan bilangan oktan sudah ditinggalkan.

2. MTBE (Methyl Tertier Buthyl Ether)

Dengan bilangan oktan 118, senyawa MTBE mempunyai rumus kimia:

MTBE - bensin dan bilangan oktan

Meskipun tidak mengandung timbal seperti TEL, sehingga relatif lebih aman dibandingkan TEL, namun tetap saja MTBE ini memiliki potensi mencemari lingkungan karena mikroorganisme sulit menguraikannya.

3. Etanol

Zat Aditif lainnya yang dapat meningkatkan efisiensi pembakaran bensin, dengan bilangan oktan 112 adalah Etanol. Etanol ini memiliki keunggulan dibanding saudaranya TEL dan MTBE, tidak mengandung timbal dan bisa diuraikan oleh mikroorganisme sehingga tidakmencemari udara/lingkungnan. Disamping itu, etanol bisa didapat dari hasil fermentasi tumbuh-tumbuhan sehingga di alam ketersediannya cukup melimpah dan juga dapat dibudidayakan.

Demikian ulasan mengenai proses pembentukan minyak bumi. Jika ada masukan, saran ataupun pertanyaan silahkan berkomentar ya. Semoga bermanfaat…..

Sumber:

Sudarmo, U.(2013). KIMIA: Untuk SMA/MA Kelas XI, Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam. Erlangga: Jakarta

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *