FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SIFAT POLIMER

Faktor faktor yang mempengaruhi sifat polimer diantaranya panjang rantai, susunan rantai, tingkat percabangan, gugus fungsi, ikatan silang dan zat aditif.

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SIFAT POLIMER

Sifat sifat polimer yang telah dibahas sebelumnya,  seperti kekuatan dan fleksibilitasnya ditentukan oleh beberapa faktor, seperti dijelaskan di bawah:

1. Panjang Rantai / Jumlah Monomer

Kekuatan polimer bertambah dengan semakin panjangnya rantai / jumlah monomer karena terdapat semakin banyak gaya antar molekul antara rantai – rantainya.

2. Susunan Rantai Satu Terhadap Lainnya

Susunan rantai satu terhadap lainnya dapat bersifat teratur membentuk daerah kristalin, dan acak membentuk daerah amorf. Polimer dengan banyak daerah kristalin akan lebih kuat karena rantai – rantainya tersusun rapat, meski kurang fleksibel. Sebaliknya, polimer dengan banyak daerah amorf akan bersifat lemah dan lunak.

sifat polimer - daerah kristalin dan daerah amorf
daerah kristalin dan daerah amorf polimer

3. Tingkat Pencabangan pada Rantai

Adanya banyak cabang akan membuat susuna rantai – rantai polimer menjadi tidak teratur. Hal ini akan mengurangi kerapatan dan kekerasan polimer, namun menaikan flesibilitasnya. Contohnya adalah polietilena yang dapat dibedakan menjadi LDPE (Low Density Polyethene) dan HDPE (High Density Polyethene).

4. Gugus Fungsi dalam Monomer

Adanya gugus fungsi polar seperti –OH dan –NH2 pada monomer dalampolimer akan mengakibatkan terbentuknya ikatan hidrogen. Akibatnya kekuatan gaya antar molekul polimer meningkat dan akan menaikkan kekerasan plastik.

5. Ikatan Silang (cross linking) antar Rantai Polimer

Termoplas tidak memiliki ikatan silang, hanya gaya antar molekul yang lemah sehingga bersifat lunak. Sebaliknya, termoset memiliki ikatan silang yang kuat berupa ikatan kovalen sehingga bersifat keras dan sulit meleleh. Sementara itu sifat elastomer dipengaruhi selain oleh tumpang tindih rantai, juga ikatan silangnya yang lebih sedikit dibanding termoset.

6. Penambahan Zat Aditif

sifat polimer - fiberglass pada perahu
fiberglass adalah zat pengisi/ penguat yang ditambahkan ke poliester untuk perahu

Sangat sedikit polimer yang digunakan dalam bentuk murninya. Kebanyakan ditambah zat aditif untuk memperbaiki atau memperoleh sifat yang diinginkan. Sebagai contoh, penambahan zat plastis (pasticiser) untuk melunakkan polimer; zat pengisi / penguat untuk menaikan kekuatan polimer; stabilisator untuk menaikkan ketahanan terhadap dekomposisi oleh panas, sinar UV, dan oksidator; pigmen untuk pewarnaan; dan penghambat nyala api untuk mengurangi sifat mudah terbakar dari materi, contohnya PAN.

Demikian tulisan mengenai faktor – faktor yang mempengaruhi sifat polimer. Jik ada masukan ataupun saran silahkan berkomentar ya. Terimakasih.

Sumber:

Johari, J.M.C & Rachmawati, M.(2008). KIMIA 3; SMA dan MA untuk Kelas XII. Esis: Jakarta

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *