HALOGEN

Unsur halogen (golongan VIIA) terdiri dari F (Fluorin), Cl (Klorin), Br (Bromin), I (Iodin), dan At (Astatin). Unsur-unsur ini disebut halogen, yang dalam bahasa Yunani artinya pembentuk garam. Hal ini dikarenakan sifatnya yang sangat reaktif dan cenderung bereaksi dengan logam membentuk garam.

Gambar. Fluoroapatit, mengandung unsur Fluorin (halogen)
Gambar. Fluoroapatit, mengandung unsur Fluorin

Konfigurasi Halogen / Konfigurasi elektron halogen:

: [2He] 2s2 2p5

: [10Ne] 3s2 3p5

: [18Ar] 4s2 3d10 4p5

: [36Kr] 5s2 4d10 5p5

: [54Ar] 4s2 3d10 4p5

 

Kelimpahan Halogen

Di alam, Golongan VIIA hanya ditemukan dalam bentuk senyawanya.

Fluorin

Terdapat dalam senyawa Fluorspar CaF2, kriolit Na3AlF6 dan fluorapatit Ca5(PO4)3F.

Klorin

Terdapat dalam senyawa NaCl, KCl, MgCl2, dan CaCl2. Senyawa klorida ditemukan di air laut dan garam batu/ endapan garam yang terbentuk akibat penguapan air laut di masa lalu. Setiap 1 kg air laut mengandung sekitar 30 gram NaCl. Tidak mengherankan klorin adalah unsur golongan VIIA terbanyak di alam, ~0,2 % dari kerak bumi.

Bromin

Terdapat dalam senyawa logam bromida. Senyawa ini ditemukan di air laut, endapan garam, dan air mineral. Bromin paling banyak ditemukan di Laut Mati, dengan kadar 4.500 – 5.000 ppm (bagian persejuta).

Iodin

Terdapat dalam senyawa natrium iodat (NaIO3) yang ditemukan dalam jumlah kecil pada deposit NaNO3 di Chili. Juga dalam larutan garam bawah tanah di Jepang dan Amerika dengan kadar sampai 100 ppm

Astatin

Jumlah Astatin di kerak bumi sangat sedikit, kurang dari 30 gram.

 

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *