HIDROGEN : PENGERTIAN, SEJARAH HIDROGEN, SIFAT HIDROGEN, KEGUNAAN HIDROGEN, PEMBUATAN HIDROGEN

Mengenai hidrogen, kita akan membahas data, pengertian hidrogen, sejarah hidrogen, sifat hidrogen, kegunaan hidrogen dan pembuatan hidrogen.

hidrogen

Data

  • Nama                                          : hidrogen
  • Simbol                                        : H
  • Nomor atom                              : 1
  • Massa atom relatif (Ar)           : 1.00794
  • Wujud                                         : gas pada 298 K
  • Warna                                         : tidak berwarna
  • Golongan                                   : Non logam
  • Golongan di SistemPeriodik  : IA
  • Periode di SistemPeriodik      : 1
  • Blok di SistemPeriodik            : blok s
  • Elektron valensi                        : 1
  • Titik leleh                                   : -259.14 oC, 14.01 K
  • Titik didih                                  : -252.87 oC, 20.28 K

A. Pengertian Hidrogen

Hidrogen berasal dari kata Yunani, yaitu “hydro”‘yang berarti air dan “genes” yang berarti pembentuk. Jadi bisa disebut sebagai pembentuk air. Penamaan ini diberikan oleh Lavoisier.

B. Sejarah Hidrogen

Percobaan di sekolah yang sangat populer adalah mereaksikan magnesium dengan suatu larutan asam. Logam akan bereaksi dengan asam membentuk garam dan melepaskan gashidrogen (yang berasal dari asam).

hidrogen - paracelsus
paracelsus

Orang pertama yang membuat atau menghasilkan gashidrogen dari percobaannya adalah Theophrastus Paracelsus, seorang fisikawan, pada paruh pertama tahun 1500an . Metodenya sama dengan percobaan yang biasa dilakukan di sekolah, ia melarutkan besi ke dalam asam sulfat sehingga teramati adanya gas yang lepas atau dihasilkan. Ia melaporkan bahwa berdasarkan percobaannya, “udara muncul dan hilang seperti angin”. Ia tidak menemukan sifat lain darihidrogen dan tentu saja saat itu gas ini belum dikenal, ia hanya menyebutnya gas saja.

Turquet De Mayerne mengulang percobaan Paracelsus pada tahun 1650. Berdasarkan percobaannya, ia menemukan gas yang mudah terbakar. Tidak satupun dari mereka (Paracelsus ataupun De Mayerne) mengusulkanhidrogen sebagai elemen baru. Paracelsus hanya mempercayai tiga unsur atau elemen (‘The tria prima, yaitu garam, sulfur, dan raksa). Menurut teori tersebut semua zat itu merupakan hasil kombinasi dari ketiga unsur utama (garam, sulfur dan raksa).

Pada taahun 1670, ilmuwan asal Inggris, Robert Boyle, mereaksikan besi dengan asam sulfat. Ia menemukan bahwa gas yang dihasilkan dari percobaannya itu (hidrogen) hanya dapat terbakar jika ada udara dan hanya sebagian saja dari udara (oksigen) yang dikonsumsi oleh reaksi pembakaran tersebut (sekarang kita memahaminya sebagai ‘reaksi pembakaran harus ada oksigen’).

Hidrogen untuk pertama kalinya di kenali sebagai suatu unsur, oleh ilmuwan asal Inggris yaitu Henry Cavendish pada tahun 1766. Ketika itu ia mereaksikan asam klorida dengan seng (zinc, Zn). Ia menjelaskan  hidrogen sebagai “udara yang mudah terbakar yang berasal dari logam”, yang mana hidrogen ini merupakan material yang sama dengan gas yang dihasilkan dari percobaannya antara logam dengan asam. Cavendish juga mendapati bahwa ketika hidrogendibakar, akan dihasilkan air.

Cavendish tadi hanya mengenali hidrogen sebagi unsur, namun belum diberi nama “hidrogen” ketika itu. Nama “hidrogen” baru diberikan oleh ilmuwan asal Prancis, Antoine Lavoisier pada tahun 1783. Namahidrogen berasal dari kata Yunani “hydro” yang berarti air dan “genes” yang berarti pembentuk, sehinggahidrogen bisa diartikan sebagai unsur pembentuk air.

Pada tahun 1806, hidrogen ditetapkan sebagai sebuah unsur oleh kimiawan asal Inggris, Humphry Davy , yang diperolehnya dari pemberian arus tinggi terhadap air murni. Dari percobaan tersebut, ia menemukan hidrogendan oksigen. Percobaan tersebut memperlihatkan bahwa listrik dapat memecahkan suatu zat (air) menjadi unsur – unsurnya (hidrogen dan oksigen). Davy memandang bahwa zat – zat (partikel – partikel) saling berikatan dengan kekuatan listrik.

C. Sifat Hidrogen : Sifat Fisika Hidrogen dan Sifat Kimia Hidrogen

Hidrogen merupakan unsur yang sangat mudah terbakar, dan bahkan bisa menjadi salah satu penyebab kebakaran yang tidak terlihat.

Hidrogen merupakan unsur paling sederhana dan paling ringan, juga merupakan unsur yang paling melimpah di alam semesta. Lebih dari 90% atom – atom yang ada di alam semesta adalah hidrogen.

Bentuk paling umum darinya adalah atomhidrogen yang terdiri dari satu proton dan satu elektron, tetapi tidak memliki neutron. Hidrogenadalah satu-satunya unsur yang terdapat di alam tanpa memiliki neutron.

Hidrogenmerupakan gas yang tidak berwarna dan tidak berbau. Pada suhu dan tekanan standar, hidrogen berada dalam bentuk molekul diatomik, H2.

Hidrogen mudah terbakar dan mudah meledak di udara terutama ketika bereaksi dengan oksidan.

hidrogenDi bumi, hidrogen paling banyak ditemukan di dalam air, H2O. Hanya ada sedikit yang ditemukan di bumi dalam wujud unsur bebasnya (dalam bentuk H­2), karena massanya yang sangat ringan sehingga sulit tertarik gravitasi bumi dan terlepas ke luar angkasa.

Meskipun hidrogen merupakan unsur nonlogam, ia akan menjadi (bersifat) logam cair ketika tekanan yang sangat tinggi diberikan kepadanya. Hal tersebut dapat dilihat pada planet gas yang besar seperti Jupiter dan Saturnus. Jupiter memiliki medan magnet yang sangat kuat (14 kali dari bumi) dipercaya disebabkan oleh efek dinamo yaang dihasilkan dari konduksi listrik dari hidrogen yaang bersifat logam (metallic hydrogen) ketika planet tersebut berotasi.

D. Kegunaan hidrogen

Penggunaan hidrogen dalam jumlah yang besar terdapat pada proses pembuatan amonia (proses Haber), hidrogenasi lemak dan minyak, produksi metanol, hidrokraking, dan hidrodesulfurisasi.  Hidrogen juga digunakan pada pembuatan atau pengolahan logam.

Hidrogen memiliki dua isotop yang lebih berat (deuterium dan tritium) yang digunakan pada reaksi fusi. Hidrogen diusulkan sebagai pengganti bahan bakar fosil atau hidrokarbon (minyak, gas dan batu bara), karena selain energi yang dihasilkan besar, juga ramah lingkungan karena menghasilkan air.

Sayangnya, untuk saat ini hidrogen yang digunakan pada kedaraan atau mobil hidrogen, berasal dari hidrokarbon, karena untuk memecahkan atau mengelektrolisis air menjadi hidrogendan oksigen perlu listrik, yang tentu saja sebagian besar berasal dari pembakaran hidrokarbon. Hanya akan bernilai ekonomis ketika pemecahan atau elektrolisis air menjadi oksige danhidrogen dilakukan dengan memanfaatkan tenaga matahari atau angin.

E. Keberadaan hidrogen di alam dan isotopnya

Kelimpahan hidrogendi kerak bumi: 1400 bagian per juta (0,14%), atau 2,9% per mol.

Kelimpahan di tata surya : 75% massa, 93% mol

Harga untuk murninya: $12 per 100 g

Isotop hidrogen: ada tiga, yaitu 1H (protium), 2H (HHHHhhdeuterium), dan 3H (tritium). Dua isotop yang bermassa lebih besar (deuterium dan tritium) digunakan saat reaksi fusi..Protium merupakan isotop yaang paling melimpah, dan tritium yang paling sedikit keberadaannya. Tritium tidak stabil, memiliki waktu paruh sekitar 12 tahun 4 bulan. Alamiahnya, hidrogen merupakan campuran antara dua isotop 1H dan 2H dengan masing – masing 99,99% dan 0,01%.

F. Pembuatan Hidrogen

Secara komersial hidroge diperoleh dari hasil reaksi antar uap super panas dengan metana ataau karbon. Di laboratorium, hidrogendapat dihasilkan dari reaksi antara logam (seperti seng ataau magnesium) dengan asam, atau juga dengan reaksi elektrolisis terhadap air.

Sumber:

Stewart, D.(2012). “Hydrogen.” Chemicool Periodic Table. Chemicool.com. (terbit 17 Oct. 2012). [Online]. Diakses pada minggu 22 November 2015. http://www.chemicool.com/elements/hydrogen.html.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *