KEGUNAAN BENZENA DAN BAHAYANYA

Ada banyak kegunaan benzena atau kegunaan senyawa benzena dan juga bahayanya. Disini akan dibahas kegunaan benzena, fenol, anilina, TNT, aspirin, pestisida dan Azo.

KEGUNAAN BENZENA

  1. Benzena

kegunaan benzena - parfum
parfum

Awal abad ke- 20, benzena digunakan sebagai pewangi dan pelarut dalam bidang industri, khususnya untuk membersihkan pelumas dari logam. Akan tetapi, setelah sifat racun benzena diketahui maka benzena tidak lagi digunakan untuk keperluan tersebut. Kegunaan benzena lainnya adalah masih digunakan sebagai zat aditif pada bensin untuk meningkatkan bilangan oktan dan mengurangi ketukan (knocking). Kadar benzena dalam bensin harus di bawah 1%. Selain itu, kegunaan benzena sebagai bahan baku produksi obat – obatan, plastik, karet sintetis, dan zat warna.

Dampak yang ditimbulkan setelah banyak menghisap benzena ialah rasa kantuk, sakit kepala, jantung berdenyut dengan cepat, menggigil, dan tidak sadarkan diri. Tetapi, jika menghisap benzena dengan jumlah yang sangat banyak dapat menyebabkan muntah – muntah, iritasi pada lambung, atau kematian. Jika tubuh manusia tercemar oleh benzena dalam jangka lama, sumsum tulang belakang dapat mengalami kerusakan. Akibatnya, dapat menurunkan jumlah sel darah merah atau menimbulkan pendarahan yang berlebihan. Benzena termasuk senyawa yang dapat menyebabkan kanker, terutama kanker darah (leukimia).

  1. Fenol

kegunaan benzena - desinfektan
desinfektan

Senyawa fenol digunakan sebagai desinfektan untuk pertama kalinya tahun 1867 oleh Joseph Lister pada peralatan kedokteran miliknya. Larutan fenol dapat mengiritasi kulit sehingga fenol tidak digunakan sebagai desinfektan untuk manusia. Fenol lebih banyak digunakan untuk bahan baku pembuatan resin, plastik, insektisida, peledak, zat pewarna, dan obat – obatan. Fenolftalien adalah salah satu senyawa turunan fenol yang berguna sebagai indikator pH. Larutan fenolftalien berwarna merah pada kondisi basa, sedangkan pada larutan asam tidak berwarna.

Jika senyawa fenol tidak sengaja dihisap atau mengenai kulit, dapat mengakibatkan iritasi pada kulit, mata, dan saluran pernafasan. Apabila tanpa sengaja meminum larutan fenol dalam jumlah banyak, dapat menyebabkan tubuh menjadi lemas, gemetaran, lumpuh, kejang dan koma. Apabila fenoldimakan dalam jumlah yang sangat banyak, dapat mengakibatkan kematian. Jika tercemar oleh larutan fenol dalam jangka lama, dapat mengalami kerusakan hati, ginjal, paru – paru, jantung, dan sistem syaraf.

  1. Anilina

kegunaan benzena - plastik poliuretanKegunaan utama dari senyawa anilina, yaitu sebagai bahan dasar pembuatan plastik poliuretana. Poliuretana digunakan sebagai busa, cat atau serat sintetis. Anilina juga digunakan dalam pembuatan zat warna, obat – obatan, bahan peledak, karet sintetis, pestisida, parfum, dan senyawa kimia laainnya. Anilina pertama kali dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan zat pewarna pada tahun 1834. Pada tahun 1856, zat warna yang dibuat dari anilina mulai diproduksi besar – besaran oleh William Henry Perkin dengan nama ‘mauve’.

Senyawa anilina yang terhirup atau terkena kulit secara tidak sengaja dapat menyebabkan iritasi pada kulit, mata, dan saluran pernafasan. Jika anilina di makan secara tidak sengaja, akan menyebabkan berkkurangnya kemampuan dara untuk mengangkut oksigen. Akibatnya, terjadi gejala – gejala seperti sakit kepala dan mual serta lidah dan bibir berwarna kebiruan. Keracunan anilina dalam jangka lama akan menyebabkan anemiaa, penurunan berat badan, dan kerusakan pada sistem syaraf, ginjal, hati, dan tulang.

  1. Trinitrotoluena (TNT)

kegunaan benzena - TNTSenyawa 2,4,6-trinitrotoluena digunakan sebagai bahan peledak. Senyawa ini memiliki titik leleh rendah (82oC) sehingga dapat dituang ke dalam peralaatan artileri. Peralatan artileri yang mengandung TNT, contohnya peluru meriam dan dinamit. Dinamit sering digunakan dalam pertambangan dan untuk menghancurkan gedung – gedung tua. Senyawa TNT tidak reaktif tanpa menggunakan detonator, seperti senyawa merkuri fulminat dan nitramina.

Senyawa TNT dapat diserap melalui kulit. Jika senyawa TNT tidak sengaja tersentuh oleh kulit, terjadi gejala – gejala seperti sakit kepala, anemia, dan iritasi kulit. Senyawa TNT mampu meracuni darah, hati, sistem syaraf, saluran pernafasan, dan saluran pencernaan. Senyawa ini juga dapat menyebabkan kanker. Tetapi, bahaya terbesar ialah senyawa ini muda meledak dengan kekuatan besar dan menghancurkan segala benda di sekitarnya.

  1. Aspirin

Aspirin merupakan obat penurun panas, penghilang rasa sakit, dan pereda radang. Cara kerja aspirin adalah menghambat sintesis senyawa prostaglandin di otak. Aspirin telah digunakan secara luas di seluruh dunia dengan berbagai merek dagan, contohnya aspro. Penelitian terbaru mengatakan bahwa 250 mg aspirin setiap hari dapat mengurangi resiko serangan jantung dan stroke.

Dampak yang ditimbulkan apabila mengkonsumsi aspirin dengan jumlah yang banyak yaitu mengakibatkan pendarahan pada saluran pencernaan. Konsumsi aspirin secara terus menerus dapat melukai lambung. Efek samping penggunaan aspirin ini dapat dihindari dengan penambahan lapisan tipis senyawa pelindung yang menyelubungi tablet aspirin agar tidak larut di lambung. Aspirin tidak boleh diberikan pada anak yang sedang menderita cacar air atau flu karena dapat menimbulkan resiko terjadinya syndrome reye, yaitu penyakit yang mepengarui otak dan perut.

  1. Pestisida

kegunaan benzena - DDTSenyawa diklorodifeniltrikloroetana (DDT) digunakan untuk membasmi hama dan serangga pembawa penyakit. Contohnya, serangga yang menyebarkan penyakit demam kuning, tifus, kaki gajah, dan berbagai penyakit lain. Di India, penggunaan DDT mengurangi kasus malaria dari 75 juta menjadi 5 juta kasus selama 10 taun. Hasil panen sering kali berlipat ganda karena hama berhasil dibasmi oleh DDT. Tetapi, pada tahun 1962 Rachel Carson menemukan bahwa senyawa DDT pada tumbuhan atau air minum. Beberapa hama dapat mengalami resistan terhadap DDT, akibatnya hama tidak terkontrol lagi. Pada taun 1973. DDT dilarang digunakan di Amerika dan beberapa negara lain karena dapat menyebabkan kanker dan kelainan reproduksi.

Senyawa benzena heksaklorida (BHC) atau heksakloro sikloheksana merupakan pestisida yang digunakan sejak tahun 1947. Senyawa BHC efektif membasmi beberapa jenis serangga yang kebal terhadap DDT. Senyawa BHC digunakan untuk membasmi hama pada tanaman kapas, seperti kumbang kapas, belalang pemakan daun tanaman kapas, dan hama lainnya. Penggunaan BHC di Amerika mulai dibatasi sejak tahun 1948 karena sisa senyawa ini akan tertinggal di tanaah selama bertahun – tahun. Sisa senyawa pestisida di tana dapat mengganggu pertumbuhan benih tanaman sehingga akar dan pucuk daunnya tumbuh dengan cara yang tidak wajar. Selain itu, pestisida dapat menyebabkan kanker pada manusia jika senyawa ini mencemari manusia dalam jangka lama.

  1. Zat warna (Azo)

Zat warna Azo digunakan sebagai pewarna pada serat kapas, rayon, sutra, plastik dan beberapa jenis serat sintetis. Kegunaan lain zat warna azo ialah sebagai bahan baku obat kemoterapi, contoh prontosil. Pada tahun 1935, Gerhard Paul Domagk menemukan bahwa prontosil dapat menyembuhkan infeksi bakteri pada tikus. Penelitian selanjutnya dilakukan untuk mengembangkan senyawa yang memiliki kemiripan dengan struktur molekul Prontosil sebagai obat yang lebih efektif untuk menyembuhkan infeksi.

Zat warna azo tidak boleh digunakan sebagai pewarna dalam makanan karena dapat menyebabkan kanker hati dan pembengkakan ginjal. Selain itu, zat warna azo dapat mengganggu beberapa jenis protein yang penting bagi pertumbuhan sel.

Demikian tulisan mengenai kegunaan benzena dan bahanya, semoga bermanfaat. Jika ada masukan ataupun saran silahkan berkomentar ya. Terima kasih.

Sumber:

Suharsini, M., Saptarini, D., & Heryati, S.H.A. (2007). Kimia dan Kecakapan Hidup: Pelajaran Kimia untuk SMA/MA. Ganeca exact: Jakarta

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *