KEGUNAAN LOGAM ALKALI

Kegunaan Logam Alkali dalam Bentuk Unsur

Natrium dan Litium merupakan logam alkali penting. Kegunaan logam Natrium terbesar adalah dalam pembuatan Tetra Ethyl  Lead (TEL), (C2H5)4Pb, sebagai zat aditif pada bahan bakar bensin, yang mengendalikan ketukan (knocking) mesin. Paduan Na-Pb bereaksi dengan etilklorida, C2H5Cl  membentuk Tetrta Ethyl Lead. Kegunaan Natrium pada proses ini adalah untuk mengurangi peranan timbal dalam mesin setahap demi setahap. Sejumlah besar natrium digunakan dalam pembuatan senyawa natrium tertentu, seperti natrium Peroksida (Na2O2) dan Natrium Amiad (NaNH2).

lampu penerang jalan, kegunaan logam alkali natrium
lampu penerang jalan, salah satu kegunaan logam alkali, natrium

Oleh karena Natrium merupakan zat pereduksi kuat, logam natrium sering digunakan pada pembuatan logam lain seperti  Titan dan dalam pembuatan senyawa organik. Sejumlah kecil Natrium digunakan untuk lampu Uap Natrium berwarna kuning, sebagaimana digunakan untuk penerang jalan raya. Natrium juga digunakan sebagai zat transfer kalor misalnya dalam reaktor Nuklir.

Kegunaan logam Litium yang sudah dikebangkan adalah paduan Litium-Alumunium. Kaeran paduan tersebut ringan (kerapatan litium sekitar 1/5 dari alumunium), paduan ini digunakan untuk membuat kerangka pesawat terbang. Kegunaan lain dari logam litium adalah sebagai anoda pada baterai. Karena litium kerapatannya rendah dan potensial  reduksi standarnya sangat negative, maka dipusatkan sebagai sumber energi listrik.

Sejumlah kecil Kalium diproduksi terutama untuk pembuatan kalium Superoksida (K2O) yang digunkaan dalam masker gas. Masker gas terdiri dari system tertutup, dimana udara disirkulasi melalui kaleng KO2. Oksigen dilepas ketika uap hasil pernafasan bereaksi dengan superoksida. Persamaan kimianya:

4K2O(s) + 2H2O(l) –>  4KOH(s) + 3O2(g)

Kalium hidroksida yang dihasilkan dalam reaksi ini mengikat karbon dioksida dari hasil pernafasan.

KOH(s) + CO2(g) –>  KHCO3(s)

Kegunaan Logam Alkali dalam bentuk senyawa

  • Li2CO3: Produksi alumunium, Pembuatan NaOH
  • LiOH : Pabrik sabun Litium dan untuk pelumas.
  • LiH : Pereduksi pada sintesis organic, Pembuatan antihistamin dan obat-obatan
  • NaCl: Sumber Na dan NaCl, bumbu dan penyedap makanan, pabrik sabun (mengendapkan sabun dari campuran reaksi)
  • NaOH : Industri Pulp dan kertas, Ekstraksi oksida alumunium dari bijih, Pabrik rayon viscose, Pemurnian minyak bumi, Pabrik Sabun
  • Na2CO3 : Pabrik gelas, digunakan dalam detergen dan softener
  • Na2O2 : Pemutih tekstil
  • NaNH2 : Pembuatan celupan indigo untuk blue jeans denim
  • KCl : Pupuk, Sumber senyawa  KCl
  • KOH : Pabrik sabun lunak
  • K2CO3 : Pabrik gelas
  • KNO3 : Pupuk, bahan peledak

Tulisan di atas merupakan manfaat dari beberapa senyawa penting dari logam alkali. Litium karbonat adalah garam yang kurang larut, diperoleh dari pengolahan bijih litium. Garam ini digunakan untuk membuat Litium Hidroksida. Kalsium Hidroksida bereaksi dengan larutan Litium Karbonat mengendapkan kalsium karbonat, dan meninggalkan larutan LiOH:

Ca(OH)2(aq) + Li2CO3(aq) –> CaCO3(s) + 2LiOH(aq)

Litium hidroksida digunakan dalam industri sabun litium untuk minyak pelumas.

Natrium klorida merupakan senyawa penting, sebab sebagai sumber logam natrium dan senyawa natrium lainnya. Senyawa natrium penting lainnya adalah Natrium Hidroksida (NaOH). Diproduksi melalui elektrolisis larutan natrium klorida. Reaksi elektrolisis keseluruhan adalah:

2NaCl(aq) + 2H2O(l) –> 2NaOH(aq) + H2(g) + Cl2(g)

Gas klor yang dihasilkan juga merupakan produk utama elektrolisis ini.

Natrium hidroksida merupakan basa kuat dan memiliki banyak aplikasi penting dalam proses kimia. Sejumlah besar NaOH digunakan untuk membuat kertas, memisahkan alumunium oksida dari bijihnya, dan untuk penyulingan minyak bumi.

Natrium karbonat adalah senyawa natrium paling penting lainnya. Senyawa Na2CO3 tak-berhidrat dinakan soda ash, sejumlah besar soda ash digunakan dalam pembuatan gelas. Natrium karbonat berhidrat, Na2CO3.10 H2O dinamakan soda pencuci, digunakan sebagai pelunak air yang ditambahkan ke dalam pembuatan sabun.

Natrium karbonat juga dibuat melalui proses solvay, suatu metoda industry untuk memperoleh natrium akrbonat dari natrum klorida, ammonia, dan karbon dioksida. Pada proses ini, pertama ammonia dilarutkan ke dalam larutan jenuh natrium klorida, kemudian karbon dioksida dihembuskan ke dalam larutam, menghasilkan endapan natrium hydrogen karbonat (baking soda). Reaksi keseluruhan pada proses solvay adalah:

NH3(g) + NaCl(aq) + CO2(g) –> NaHCO3(s) + NH­4Cl(aq)

Reaksi ini dapat dikatakan sebagai reaksi metasintesis ammonium hydrogen karbonat (NH3 + H3CO3) dan NaCl. Natrium hidrogen karbonat disaring dari larutan ammonium klorida, kemudian dicuci. Jika dipanaskan sampai 175oC, NaHCO3 terurai menjadi natrium karbonat.

2NaHCO3(s) –> Na2CO3(s) + CO2(g) + H2O(l)

Kalium klorida merupakan senyawa kalium penting. Lebih dari 90% KCl digunakan sebagai pupuk pertanian, sebab ion kalium berfungsi sebagai nutrient bagi tanaman. Secara berkala, KCl digunakan untuk membuat kalium dan senyawa kalium lain. Kalium hidroksida diperoleh dari elektrolisis larutan KCl.

Ion-ion logam alkali sangat penting untuk fungsi-fungsi umum system biologi, seperti otot dan syaraf. Ion Na+ dan K+ terdapat pada semua cairan tubuh dan sel. Dalam plasma darah manusia, konsentrasi kedua ion tersebut adalah [Na+] = 0,15 M dan [K+] = 0,005M, sedangkan di dalam cairan sel, konsentrasinya terbalik, [Na+] = 0,005 M, dan [K+] = 0,16M. Karena konsentrasi di luar dan di dalam sel berbeda, suatu mekanisme elaborasi yang melibatkan ligan selektif diperlukan untuk ion Na+ dan io K+ melewati membran sel.

Saat ini, sedang dikembangkan pengaturan konsentrasi ion Li+ dalam otak manusia, dan Litium karbonat digunakan secara saksama dalam pengobatan pasien yang depresi. Ion Li+ mempengaruhi tingkat neurotransmitter, suatu molekul yang membantu menyampaikan pesan-pesan sepanjang jaringan syaraf. Konsentrasi yang tidak tepat dari molekul ini dapat menimbulkan depresi berat.

Demikian tulisan mengenai kegunaan logam alkali. Jika ada masukan, saran ataupun pertanyaan silahkan berkomentar. Silahkan kunjungi pula:

Semoga bermanfaat….

Sumber:

Sunarya,Y.(2003). Kimia Dasar 2. Alkemi Grafisindo Press: Bandung

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *