KESETIMBANGAN KIMIA

Kesetimbangan kimia adalah keadaan dimana tidak terjadi perubahan makroskopis (perubahan yang dapat dilihat dan diukur), tetapi reaksi masih terus terjadi pada tingkat mikroskopis (molekul). Berikut penjelasannya.

KESETIMBANGAN KIMIA

Lapisan ozon yang melingkupi bumi, merupakan lapisan yang berfungsi sebagai pelindung (shelter) bagi bumi dari bahaya sinar ultraviolet matahari. Keberadaan ozon di atmosfer selalu dalam jumlah tetap karena adanya proses kesetimbangan alam suatu reaksi penguraian dan pembentuk ozon.

Tahukah sobat dewasa ini kesetimbangan ozon mulai tidak staabil? Banyaknya zat-zat destruktif yang dihasilkan sebagai efek samping dari kegiata manusia, diindikasikan sebagai pemicu rusaknya lapisan ozon. Zat itu, antara lain freon, yang banyak dipakai untuk bahan pendingin pada lemari es dan AC (Air Conditioner).

Apakah sebenarnya kesetimbangan kimia itu?

Pengertian Kesetimbangan Kimia

Dalam suatu reaksi kimia, ada beberapa reaksi yang tidak dapat balik. Misalnya, jika besi didiamkan di udara terbuka dapat berubah menjadi berkarat, kayu jika dibakar berubah menjadi karbon, dan karbohidrat difermentasi menjadi alkohol. Bahan-bahan tersebut tidak dapat berubah seperti semula, karat besi tidak dapat menjadi besi kembali, karbon tidak dapat berubah menjadi kayu, serta alkohol tidak dapat berubah menjadi karbohidrat kembali. Reaksi yang tidak dapat balik menjadi zat semula disebut reaksi satu arah (irreversible).

Untuk mengetahui reaksi merupakan reaksi yang dapat balik atau tidak, ada beberapa hal yang dapat kita jadikan acuan. Sobat ingin tahu caranya, bukan? Reaksi satu arah memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Zat hasil reaksi tidak dapat dirubah kembali menjadi pereaksi.
  2. Antara hasil pereaksi dan hasil reaksi dihubungkan dengan satu arah anak panah.
  3. Reaksi berlangsung tuntas. Artinya, reaksi akan berhenti jika salah satu atau semua pereaksi habis.

Reaksi satu arah dapat dilihat pada contoh berikut.

Jika larutan asam klorida (HCl) direaksikan dengan larutan natrium hidroksida (NaOH),akan dihasilkan larutan natrium klorida (NaCl) dan air (H2O). Reaksi yang terjadi antara kedua larutan adalah sebagai berikut.

HCl(aq) + NaOH → NaCl(aq) + H2O(l)

Jika dipanaskan sampai jenuh, larutan NaCl dari hasil reaksi di atas akan berubah menjadi kristal putih yang rasanya asin. Tetapi jika sobat mereaksikan kristal putih tersebut dengan air, maka tidak akan terbentuk asam klorida (HCl) dan natrium hidroksida (NaOH).

Selain reaksi satu arah, ada juga reaksi bolak-balik (reversible). Reaksi bolak-balik (reversibel) adalah reaksi dimana produk dapat berubah lagi menjadi zat semula.

Adapun ciri-ciri reaksi bolak-balik adalah sebagai berikut.

  1. Antara pereaksi dan hasil reaksi dihubungkan dengan dua arah anak panah (↔).
  2. Reaksi ke kanan disebut reaksi maju, sedangkan reaksi ke kiri disebut reaksi balik.

Contoh reaksi bolak-balik adalah sebagai berikut:

N2(g) + 3H2(g) ↔ 2NH3(g)

Reaksi Kesetimbangan dinamis

Pada awal reaksi,laju reaksi pembentukan NH3 mempunyai nilai tertentu (v1), sedangkan laju reaksi pada waktu penguraian NH3(v2) adalah nol. Seiring dengan meningkatnya jumlah NH3 yang terbentuk, maka nilai v1 makin lama makin kecil, sedangkan v2 makin lama makin besar. Hal ini terus terjadi sampai nilai v1 dan v2 sama dan konstan. Pada waktu inilah reaksi dikatakan setimbang.

Pada saat terjadi kesetimbangan kimia, tidak terjadi perubahan makroskopis (perubahan yang dapat dilihat dan diukur), tetapi reaksi masih terus terjadi pada tingkat mikroskopis (molekul). Keadaan inilah yang dinamakan kesetimbangan dinamis.

reaksi kesetimbangan
reaksi kesetimbangan pada reaksi yang dapat balik (bolak-balik):
Gambar kiri: N2 + 3H2 –> 2NH3 (N2 dan H2 berkurang sedangkan NH3 bertambah)
Gambar kanan: NH3 –> N2 + 3H2 (reaksi kebalikan yang kiri, N2 dan H2 bertambah sedangkan NH3 berkurang)

Pada kesetimbangan dinamis, setiap pengurangan atau penambahan konsentrasi secara molekuler dapat diabaikan. Oleh karena itu, dalam perhitungan tetapan kesetimbangan, proses tersebut dapat diabaikan.

Kesimpulan

Kesetimbangan kimia adalah keadaan dimana tidak terjadi perubahan makroskopis (perubahan yang dapat dilihat dan diukur), tetapi reaksi masih terus terjadi pada tingkat mikroskopis (molekul)

Demikian ulasan mengenai Kesetimbangan Kimia. Jika ada masukan, saran ataupun pertanyaan silahkan berkomentar ya. Semoga bermanfaat…..

Sumber:

Harjani, T., dkk.(2013). KIMIA: Untuk SMA/MA Kelas XI. Masmedia: Sidoarjo

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *