LABEL MAKANAN

Label makanan bukan sekedar hiasan. Di atasnya terkandung banyak “cerita” tentang produk di dalam kemasannya bagi calon pembeli. Cerita itu pula yang membantu calon pembeli  untuk memutuskan membeli atau tidak. Berikut salah satu contoh label makanan:

contoh label makanan

Setidaknya, ada delapan jenis informasi yang bisa diketahui dari label makanan. Yakni sertifikasi halal, nama produk, kandungan isi, waktu kadaluarsa, kuantitas isi, identifikasi asal produk, informasi gizi, dan tanda – tanda kualitas lainnya. Informasi – informasi ini mesti diperhatikan dengan seksama supayaa konsumen tidak salah membeli.

Dalam label makanan bisa ditemukan kandungan isi, yaitu semua bahan, termasuk zat aditif, yang digunakan dalam pembuatan atau persiapan pangan dalam kemasan. Biasanya, bahan aditif tadi diberi kode huruf E (Eropa) dan diikuti dengan tiga angka. Misalnya, E100 sebagai kode warna, E200 kode konsevator, E300 kode antioksidan, dan E400 kode pengemulsi atau stabilisator. Contoh aditif itu adalah E200 asam sorbat, E201 natrium sorbat, E300 asam askorbat, E311 oktil gallat, E320 butil hidroksilanisol (BHA), dan E321 butil hidroksiltoluena (BHT).

Satu informasi dalam label makanan yang paling populer dan sering diperhatikan adalah masa kadaluwarsa produk. Masa kadaluwarsa (expired date) memang wajib dicantumkan dalam kemasan produk pangan, kecuali untuk buah – buahan atau sayur segar, roti, kue, panganan yang diperkirakan habis dalam 24 jam. Juga untuk produk cuka, garam dapur, gula pasir, kembang gula, permen karet, dan keju yang dibuat dengan tujuan matang dalam kemasannya.

Informasi soal identifikasi asal produk dan lainnya dapat dinyatakan dalam kode bergaris (bar code). Di bawah garis – garis vertikal yang dapat dibaca dengan teknologi optik itu, umumnya terdapat 13 angka. Dua angka pertama menunjukan negara asal, lima angka berikutnya pembuat dan distributornya, lima angka selanjutnya merupakan identifikasi produk itu sendiri, dan satu angka terakhir adalah angka kontrol.

Demikian tulisan mengenai label makanan, semoga bermanfaat. Jika ada masukan ataupun saran silakan berkomentar ya.

Sumber:

Johnson .(2004). Sains Kimia SMP untuk Kelas VII. Erlangga: Jakarta

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *