LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT

Berdasarkan haya hantar listrik, kita bisa menentukan larutan elektrolit dan nonelektrolit. Larutan apa saja yang termasuk larutan elektrolit? Larutan apa saja yang termasuk larutan non elektrolit?

Pengertian Larutan Elektrolit

larutan elektrolit
Hasil pengujian daya hantar listrik terhadap:
(a). Larutan non elektrolit
(b). Larutan elektrolit lemah
(c). Larutan elektrolit kuat

Larutan yang dapat menghantarkan arus listrik memberikan gejala berupa menyalanya lampu pada alat uji atau timbulnya gelembung gas dalam larutan. Larutan yang menunjukan gejala-gejala tersebut pada pengujian tergolong ke dalam larutan elektrolit. Adapun larutan yang tidak menunjukan gejala-gejala tersebut, berarti tidak dapat menghantarkan listrik dan digolongkan sebagai larutan nonelektrolit.

Contoh Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit

Larutan Nyala Lampu Gelembung Gas Jenis larutan
Ada Tidak Ada Ada Tidak Ada Elektrolit Nonelektrolit
Larutan urea
Larutan amonia
Larutan HCl
Larutan Cuka
Air aki
Larutan alkohol
Air laut
Larutan H2S
Air kapur
Larutan glukosa

Dari hasil pengujian larutan pada tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa larutan yang dapat menghantarkan arus listrik, yaitu larutan amonia, larutan HCl, larutan cuka, air aki, air laut, air kapur, dan larutan H2S. Adapun larutan yang tidak menghantarkan arus listrik, yaitu larutan urea,larutan alkohol dan larutan glukosa.

Sekarang, perhatikan kembali data larutan yang bersifat elektrolit. Ternyata, ada larutan elektrolit yang memberikan gejala berupa menyalanya lampu pada alat uji dan ada pula yang tidak. Namun, semuanya menimbulkan gejala hantaran listrik berupa adanya gelembung gas. Larutan elektrolit yang memberikan gejala berupa lampu menyala dan membetuk gelembung gas disebut elektrolit kuat. Contoh larutan elektrolit kuat ini, yaitu HCl,air aki, air laut, dan air kapur.

Adapun elektrolit yang tidak memberikan gejala lampu menyala tetapi menimbulkan gelembung gas termasuk elektrolit lemah. Contoh larutan elektrolit lemah, yaitu larutan amonia, larutan cuka,dan larutan H2S. Mengapa larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik, sedangkan larutan nonelektrolit tidak?

Larutan elektrolit kuat terbentuk dari terlarutnya senyawa elektrolit kuat dalam pelarut air. Senyawa elektrolit kuat dalam air dapat terurai sempurna membentuk ion positif (kation) dan ion negatif (anion). Arus listrik merupakan arus elektron. Pada saat dilewatkan ke dalam larutan elektrolit kuat, elektron tersebut dapat dihantarkan melalui ion-ion dalam larutan, seperti dihantarkan oleh kabel. Akibatnya, lampu pada alat uji elektrolit akan menyala.

Bagaimana larutan elektrolit kuat dan larutan elektrolit lemah dapat menimbulkan gejala berupa adanya gelembung gas? Larutan elektrolit mengandung partikel-partikel yang bermuatan (kation dan anion). Berdasarkan percobaan yang dilakukan oleh kimiawan dan fisikawan Inggris, Michael Faraday (1791-1876), diketahui jika arus listrik dialirkan ke dalam larutan elektrolit akan terjadi proses elektrolisis yang menghasilkan gas. Gelembung gas ini terbentuk karena ion positif mengalami  reaksi reduksi dan ion negatif mengalami oksidasi. Contoh, pada larutan HCl terjadi reaksi elektrolisis yang menghasilkan gas hidrogen sebagai berikut.

HCl(aq) → H+(aq) + Cl(aq)

Reaksi reduksi : 2H+(aq) + 2e → H2(g)

Reaksi oksidasi : 2Cl(aq) → Cl2(g) + 2e

Anda dapat mempelajari proses elektrolisis secara lebih mendalam beserta aplikasinya di kelas XII nanti.

OK, supaya lebih jelas, berikut ini contoh larutan elektrolit dan non elektrolit, secara umum:

a. Larutan Elektrolit Kuat

Asam Kuat: HCl, HBr, HI, HNO3, H2SO4, HClO3, HClO4

Basa Kuat: NaOH, KOH, Mg(OH)2, Ca(OH)2, Ba(OH)2

Garam pada umumnya merupakan elektrolit kuat, contoh NaCl, BaCl2.

b. Larutan Elektrolit Lemah

Asam lemah, contoh: CH3COOH (asam cuka), H3PO4 (asam fosfat) , dll.

Basa Lemah, contoh: Al(OH)3, Fe(OH)2, AgOH, dll.

c. Larutan non elektrolit

Larutan selain asam, basa dan garam, contoh: gula, alkohol, glukosa, urea, dll

Demikian tulisan mengenai larutan elektrolit. Jika ada masukan, saran ataupun pertanyaan silahkan berkomentar ya. Semoga bermanfaat….

Sumber:

Sutresna, N.(2005).KIMIA untuk SMA Kelas I (Kelas X) Semester 2. Grafindo Media Pratama: Bandung.

2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *