MACAM-MACAM REAKSI KIMIA

Macam-macam reaksi kimia atau jenis reaksi kimia terdiri dari: reaksi penggabungan, reaksi penguraian, reaksi pergantian dan reaksi metatesis, reaksi pembakaran. Simak ulasan selengkapnya di bawah.

macam - macam reaksi kimia
Perkaratan besi merupakan salah satu jenis reaksi kimia

Reaksi kimia dapat kita amati dari adanya perubahan, misalnya perubahan warna, perubahan wujud, dan yang utama adalah perubahan zat yang disertai perubahan energi dalam bentuk kalor. Reaksi kimia merupakan kunci utama ilmu kimia. Dengan mereaksikan suatu zat berarti kita mengubah zat itu menjadi zat lain, baik sifat maupun wujudnya. Dengan demikian, bila kita mengharapkan suatu zat yang memiliki ciri-ciri tertentu, kita harus berupaya mencari bahan baku yang bila direaksikan dengan zat tertentu menghasilkan zat yang kita harapkan. Para pakar kimia berusaha menciptakan bahan-bahan baru yang sangat bermanfaat bagi kepentingan umat manusia. Berikut akan dijelaskan beberapa jenis reaki kimia yang dapat dilakukan dilaboratorium.

Macam-macam reaksi kimia

Dengan mengetahui beberapa sifat atau jenis reaksi, kita dapat memahami reaksi-reaksi kimia lebih mudah. Umumnya, reaksi-reaksi kimia digolongkan menurut jenisnya sebagai berikut:

  1. Reaksi penggabungan
  2. Reaksi penguraian
  3. Reaksi pergantian (reaksi pertukaran tunggal)
  4. Reaksi Metatesis (reaksi pertukaran ganda)

1. Reaksi Penggabungan

Reaksi penggabungan adalah reaksi dimana dua buah zat bergabung membentuk zat ketiga. Kasus paling sederhana adalah bila dua unsur bereaksi membentuk senyawa. Misalnya logam natrium bereaksi dengan gas klor membentuk natrium klorida. Persamaan reaksinya:

2Na(s) +Cl2(g) → 2NaCl(s)

Contoh lain misalnya reaksi antara fosfor putih dan gas klor. Dalam jumlah klor terbatas,fosfor bereaksi membentuk fosfor triklorida, PCl3, suatu cairan tak berwarna.

P4(s) + 6Cl2(g) → 4PCl3(l)

Jika klor yang tersedia berlebih, maka senyawa fosfor yang dihasilkan adalah fosfor pentaklorida, PCl5, suatu zat padat berwarna putih.

P4(s) + 10Cl2(g) → 4PCl5(s)

Reaksi penggabungan lain  melibatkan senyawa sebagai pereaksi. Misalnya: fosfor triklorida bereaksi dengan gas klor membentuk fosfor pentaklorida. Persamaan reaksinya:

PCl3(l) + Cl2(g) → PCl5(s)

2. Reaksi Penguraian

Reaksi penguraian adalah reaksi bila senyawa tunggal bereaksi membentuk dua atau lebih zat. Biasanya reaksi ini membutuhkan kenaikan suhu agar senyawa yang dapat terurai dengan menaikkan suhu misalnya KclO3. Senyawa ini bila dipanaskan akan terurai menjadi KCl dan gas oksigen. Persamaan reaksinya:

KClO3(s) → 2KCl(s) + 3O2(g)

Penguraian kalium klorat biasa digunakan untuk membangkitkan gas oksigen secara  laboratorium.

Reaksi penguraian biasa diterapkan dalam pengolahan batu kapur di daerah cipatat Jawa Barat. Batu kapur,CaCO3 hasil penggalian agar dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan perlu diolah lebih lanjut dijadikan batu tohor, CaO. Pengolahan batu kapur ini dilakukan dengan cara pemanggangan batu kapur dalam tungku. Persamaan kimia yang terjadi adalah:

CaCO3(s) → CaO(s) + CO2(g)

Pada reaksi ini, senyawa tunggal diuraikan menjadi dua zat yang berbeda.

3. Reaksi Pertukaran

Reaksi pergantian atau disebut juga reaksi pertukaran tunggal adalah reaksi dimana suatu unsur bereaksi dengan senyawa menggantikan unsur yang terdapat dalam senyawa itu. Misalnya, jika lempeng logam tembaga dicelupkan kedalam larutan perak nitrat, kristtal logam perak dihasilkan. Persamaan reaksinya adalah :

Cu(s) + 2AgNO3(aq) → 2Ag(s) + Cu(NO3)2(aq)

Tembaga menggantikan perak yang terdapat dalam perak nitrat, menghasilkan larutan tembaga nitrat dan logam perak.

Jika lempeng logamseng dicelupkan ke dalam larutan tembaga sulfat yang berwarna biru,maka pada permukaan logam seng akan terbentuk endapan tembaga berwarna merah, dan warna biru dari larutan perlahan-lahan memudar. Hal ini menunjukan bahwa seng bereaksi dengan tembaga sulfat menghasilkan logam tembaga dan larutan seng sulfat yang tak berwarna.

4. Reaksi Metatesis

Reaksi metatesis atau reaksi pertukaran ganda adalah reaksi yang melibatkan pertukaran bagian dari pereaksi. Jika  pereaksi adalah senyawa ionik dalam bentuk larutan, bagian yang bertukaran adalah kation dan anion dari senyawa. Misalnya larutan kalium iodida yang tak berwarna dicampurkan dengan larutan timbal (II) nitrat yang juga tak berwarna. Ion-ion di dalam larutan bereaksi membentuk endapan berwarna kuning dari senyawa timbal (II) iodida. Persamaan reaksinya:

2KI(aq) +Pb(NO3)2(aq) → 2KNO3(aq) + PbI2(s)

Ion iodida dalam larutan kalium iodidabertukaran dengan ion nitrat dari larutan timbal (II) nitrat, menghasilkan larutan kalium nitrat yang tak berwarna dan padatan timbal (II) iodida berwarna kuning, sebagai PbI2.

Reaksi asam dan basa yang menghasilkan garam,juga dianggap sebagai reaksi metatesis. Misalnya reaksi antara asam hidroklorida, HCl(aq) dan natrium hidroksida (aq), persamaan reaksinya:

HCl(aq) + NaOH(aq) → NaCl(aq) + H2O(l)

Reaksi asam-basa disebut juga reaksi netralisasi, sebab padareaksi itu terjadi penertaan muatan H+ oleh OH membentuk air (H2O) yang netral secara listrik. Garam NaCl yang terbentuk tetap berada dalam larutan sebagai ion-ionnya.

Reaksi pembakaran

Reaksi yang kita pertimbangkan sejauh ini dapat dikarakterisasi sebagai reaksi penata ulangan atom-atom. Namun demikian, kita perlu menambahkan satu jenis reaksi lain yaitu reaksi pembakaran, yang dicirikan oleh fakta bahwa salah satu pereaksinya adalah oksigen. Reaksi pembakaran dalah  reaksi suatu zat dengan oksigen, biasanya bereaksi cepat disertai pelepasan kalor mambentuk nyala api.

Jika senyawa karbon dibakar dalam oksigen atau udara akan terbentuk karbon dioksida dan uap air bila pembakarannya sempurna. Tetapi, bila pembakaran kurang sempurna (kekurangan oksigen) akan terbentuk gas karbon monoksida, atau bolehjadi terbentuk karbon yang berwarna hitam (jelaga). Beberapa contoh pembakaran senyawa karbon:

CH4(g) + 2O2(g) → CO­­2(g) + 2H2O(g)

2CH3OH(l) + 3O2(g) → 2CO2(g)  + 4H2O(g)

C4H10(g) + 13O2(g) → 8CO2(g) + 10H2O(g)

Perkaratan besi,walaupun tidak biasa dianggap sebagai pembakaran, secara esensi merupakan reaksi pembakaran, sebab terjadi reaksi antara besi dan oksigen disertai pelepasan energi. Reaksi perkaratan besi pada kenyataannya sangat kompleks melibatkan molekul air, tapi kita dapat menuliskan perkaratan dalam bentuk reaksi bersihnya, yaitu sebagai berikut:

4Fe(s) + 3O2(g) + nH2O(l) → 2Fe2O3.nH2O(s)

Demikian tulisan mengenai macam-macam reaksi kimia. Jika ada masukan, saran ataupun pertanyaan,silahkan berkomentar ya. Semoga bermanfaat….

Sumber:

Sunarya,Y.(2003). Kimia Dasar 2. Alkemi Grafisindo Press: Bandung

loading...
loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *