PENCEMARAN AIR

PENCEMARAN AIR

pencemaran air

Pencemaran air dapat disebabkan oleh penggunaan pupuk yang berlebihan. Dampak yang paling nyata dari pencemaran ini adalah menyebabkan kematian organisme air, seperti ikan, akibat kadar DO (dissolved oxygen / oksigen terlarut) dalam air berkurang. Air akan tercemar apabila terjadi perubahan pada air sehingga air tersebut tidak dapat lagi digunakan sesuai kebutuhannya. Sesuai tujuannya, air dapat dibedakan menjadi 4 kelas sebagai berikut:

  1. Kelas 1, yaitu air yang dapat digunakan sebagai air minum secara langsung tanpa pengolahan terlebih dahulu.
  2. Kelas 2, yaitu air yang dapat digunakan sebagai bahan baku untuk air minum.
  3. Kelas 3, yaitu air yang dapat digunakan untuk keperluan perikanan dan peternakan.
  4. Kelas 4, yaitu air yang dapat digunakan untuk keperluan pertanian dan dimanfaatkan untuk usaha diperkotaan, industri, serta untuk pembangkit listrik tenaga air.

Untuk menentukan kualitas air digunakan beberapa indikator pencemaran air, yaitu sebagai berikut.

1. Jumlah zat terlarut

Air mengandung partikel padat, yang berasal dari mineral-mineral dan garam yang terlarut ketika air mengalir melewati tanah. Kandungan partikel padat dalamair akan terus bertambah seiring dengan masuknya limbah industri, pertanian, permukiman dan pertambangan ke dalam air. Untuk kriteria air kelas 1, jumlah maksimum partikel padat terlarut sebanyak 1.000 mg per liter air.

2. pH

Air murni pada keadaan normal memiliki pH = 7. Air yang ada di alam pada umumnya memiliki pH antara 6,5 – 8,0. Di luar daerah tersebut dapat dipastikan air tersebut telah tercemar. Air minum yang baik memiliki pH= 7,06 . Air dengan derajat keasaman rendah bersifat korosif dan tidak baik untuk pertanian dan kesehatan.

3. Disolved Oxygen (DO) / Oksigen terlarut

Oksigen yang terlarut dalam air sangat diperlukan untuk menjaga kelangsungan hidup makhluk hidup air. Agar ikan dapat hidup, dalam air harus mengandung sedikitnya 5 ppm oksigen. Kurangnya kadar oksigen dalam air disebabkan oleh bakteri, protozoa, cacing, dan pencemaran detergen. Jika keberadaan oksigen menipis, maka banyak makhluk hidup dalam air mati dan menyebabkan pergeseran kehidupan air dari aerobik menjadi anaerobik, karena kehidupan mikroorganisme aerobik diganti oleh mikroorganisme anaerobik. Hasil penguraian zat – zat organik oleh mimkroorgaanisme anaerobik adalah gas yang berbau dan beracun, misalnya H2S, CH4, dan NH3.

4. Biological Oxygen Demand (BOD) / Kebutuhan Oksigen Biologis

Biological Oxygen Demand (BOD) menunjukan jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh bakteri untuk menguraikan (mengoksidasi) zat organik dalam air. Besar kecilnya BOD dapat menunjukan tingkat pencemaran air oleh zat organik. Makin besar harga BOD makin banyak zat organik yang mencemari air dan makin sedikit jumlah oksigen yang terlarut (DO).

5. Chemical Oxygen Demand (COD) / Kebutuhan Oksigen Kimia

Chemical Oxygen Demand (COD) menyatakan jumlah oksigen (O2) yang dibutuhkan untuk mengoksidasi zat – zat organik dalam 1 liter sampel air (sebagai oksidator digunakan K2Cr2O4). Harga COD merupakan ukuran bagi pencemaran oleh zat – zat organik yang secara alamiah dapat dioksidasi melalui proses biologis sehingga menyebabkan berkurangnya oksigen terlarut dalam air.

Menurut teori asam basa Arrhenius, asam didefinisikan sebagai zat yang dapat melepas ion H+ dalam pelarut air, sedangkan basa adalah zat yang dapat melepaskan ion OH. Pada tahun 1923, dua ahli kimia, yakni Browsted dan Thomas Lowry secara terpisah merumuskan suaatu teori asam basa Bronsted Lowry. Teori ini menyatakan bahwa reaksi asam basa melibatkan transfer proton (H+). Asam akan memberikan proton (H+) kepada suatu basa, sedangkan basa akan menerima proton (H+) dari asam.

Demikian ulasan mengenai pencemaran air. Jika ada masukan, saran ataupun pertanyaan silahkan berkomentar ya. Semoga bermanfaat…..

Sumber:

Cahyana, U., Sukandar, D., & Rahmat.(2007).KIMIA untuk SMA dan MA Kelas XII. Piranti Darma Kalokatama: Jakarta.

loading...
loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *