PERUBAHAN ENTALPI (∆H)

PERUBAHAN ENTALPI (∆H)

Pengertian Perubahan Entalpi (∆H)

perubahan entalpi
pembakaran metana

Energi dalam yang disimpan suatu sistem tidak dapat diketahui dengan pasti, yang dapat diketahui adalah besarnya perubahan energi dari suatu sistem jika sistem tersebut mengalami suatu perubahan. Perubahan yang terjadi pada suatu sistem akan disertai dengan perubahan energi, dan besarnya perubahan energi tersebut dapat diukur. Oleh karena itu, perubahan entalpi suatu sistem dapat diukur bila sistem mengalami perubahan.

Sistem dapat mengalami perubahan karena berbagai hal, misalnya akibat perubahan tekanan, perubahan volume, atau perubahan kalor. Perubahan tekanan dan perubahan volume dapat disertai perubahan kalor, demikian juga sebaliknya. Jika sistem mengalami perubahan pada tekanan tetap, besarnya perubahan kalor disebut perubahan entalpi (∆H). Atau dengan kata lain Perubahan Entalpi (∆H) adalah perubahan pada tekana tetap yang merupakan fungsi keadaan. Entalpi dilambangkan “H” (dari kata Heat).

Jika suatu reaksi berlangsung pada tekanan tetap, perubahan entalpinya sama dengan kalor yang harus dipindahkan dari sistem ke lingkungan atau sebaliknya agar suhu sistem kembali ke keadaan semula.

∆H = qp

Entalpi merupakan fungsi keadaan. Oleh karena itu, perubahan entalpi bergantung pada keadaan awal dan keadaan akhir saja, dan tidak tergantung pada bagaimana proses perubahan itu terjadi atau jalannya reaksi. Nilai perubahan entalpi (∆H) suatu sistem dinyatakan sebagai selisih besarnya entalpi sistem setelah mengalami perubahan dengan besarnya entalpi sistem sebelum perubahan dilakukan, pada tekanan tetap.

∆H        = Hakhir – Hawal

Perubahan entalpi yang  menyertai suatu reaksi dipengaruhi oleh jumlah zat, keadaan fisika dari zat tersebut, suhu dan tekanan.

Contoh

  1. Pada pembentukan satu mol air dari gas hidrogen dan gas oksigen pada 25oC,1 atm, dilepaskan kalor sebesar 285,5 kJ dan pada pembentukan 2 mol air dari gas hidrogen dan oksigen pada 25oC,1 atm, dilepaskan 571 kJ.
  2. Pada pembentukan satu mol uap air dari gas oksigen dan gas hidrogen pada 25oC, 1 atm, dilepaskan kalor sebesar 240 kJ,sedangkan bila yang terbentuk air dalam wujud cair dilepaskan kalor 285,5 kJ/mol.
  3. Kalor penguapan air pada 25oC dan tekanan 1 atm adalah 44 kJ/mol sedangkan pada 100oC dan tekanan 1 atm kalor penguapannya 40 kJ/mol.

Contoh Soal Perubahan entalpi

Jika 1 mol metana dibakar pada tekanan tetaap, dilepaskan energi sebanyak 890 kJ. Hitung ∆H untuk proses ini jika 3,2 g metana dibakar pada tekanan tetap.

Penyelesaian:

Pada tekanan tetap, 890 kJ kalor per  mol metana dilepaskan.

∆H = -890 kJ/mol

Catatan bahwa tanda negatif menunjukan suatu proses yang melepaskan kalor (eksoterm).

Metana yang dibakar sebanyak 3,2 g atau:

Mol Metana = 3,2 g x (1/16) = 0,2 mol     (Mr CH4= 16)

Pembakaran 0,2 mol CH4 dihasilkan kalor sebesar, ∆H = 0,2 mol x (-890 kJ/mol) = -178 kJ.

Jadi, pembakaran 3,2 g CH4 (metana) melepaskan kalor sebesar 178 kJ atau ∆H = -178 kJ.

Demikian ulasan mengenai perubahan entalpi (∆H) . Jika ada masukan, saran ataupun pertanyaan silahkan berkomentar ya. Semoga bermanfaat…..

Sumber:

Sudarmo, U.(2013). KIMIA: Untuk SMA/MA Kelas XI, Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam. Erlangga: Jakarta

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *