POLIMER KONDENSASI

Ada banyak contoh polimer kondensasi yang sering digunakan seperti  polimer nilon, polimer bakelit, Kevlar, Dakron, dan Urea-metanal. Berikut penjelasan selengkapnya.

Rompi anti peluru dari bahan kevlar yang merupakan polimer kondensasi
Rompi anti peluru dari bahan kevlar

Seperti yang telah dibahas sebelumnya pada polimer adisi. Berdasarkan jenis reaksinya polimer dikelompokan menjadi polimer adisi dan polimer kondesasi. Untuk pembahasan polimer adisi sudah dibahas ya, sekarang kita akan membahas polimer kondensasi.

Polimer kondensasi terbentuk dari penggabungan monomer – monomer melalui reaksi polimerisasi kondensasi dimana dilepas molekul kecil, seperti H2O, HCl, dan CH3OH. Penggabungan terjadi antara gugus – gugus reaktif dari monomer – monomer.

Monomer + monomer + Monomer + ….  → Polimer + Molekul kecil

Dalam polimerisasi kondensasi, setiap molekul monomer harus memiliki paling sedikit dua gugus fungsi (monomer bifungsional). Polimer kondensasi ada yang alami dan ada pula yang sintetik (buatan). Beberapa contoh polimer alami adalah protein, polisakarida, dan asam deoksiribonukleat (deoxyribonucleic acid, DNA). Adapun beberapa contoh polimer sintetik adalah polimer nilon, kevlar, dakron, urea – metanal dan bakelit.

1. Polimer Nilon (poliamida)

Nilon (Nylon: New York London) dikembangkan oleh tim peneliti DuPont pada tahun 1935. Nilon adalah polimer yang dibuat melalui polimerisasi kondensasi antara diamin dengan asam dikarboksilat. Dalam polimerisasi ini terbentuk ikatan amida (-CO-NH-), sehingga nilon dikenal juga sebagai poliamida. Salah satu nilon yang terpenting adalah nilon-6,6 yang terbuat dari polimerisasi kondensasi antara heksana-1,6-diamin dengan asam heksanadioat.

polimer kondensasi - monomer polimer nilon

Di laboratorium asam heksanadioat ini kadang – kadang diganti dengan heksanadiol diklorida karena yang terakhir ini lebih reaktif.

Polimerisasi kondensasi diawali dengan pembentukan dimer dan pelepasan molekul air.

polimer kondensasi - pembentukan polimer nilon

Persamaan reaksi keseluruhan

polimer kondensasi -nilon - 6,6

2. Kevlar (poliamida)

Kevlar adalah poliamida aromatik dengan struktur yang sama seperti nilon-6,6. Dua monomer Kevlar adalah asam benzena-1,4-dikarboksilat dan 1,4-diaminobenzena. Penggabungan dua monomer ini disertai dengan pelepasan satu molekul air. Poliamida adalah polimer dengan unit – unit pengulang yang terikat melalui ikatan amida.

polimer kondensasi - monomer kevlar

Bagian struktur polimer Kevlar adalah sebagai berikut:

polimer kondensasi - kevlar

Unit pengulang Kevlar adalah:

polimer kondensasi - polimer kevlar

Kevlar merupakan polimer yang sangat kuat sehingga sering digunakan untuk:

  1. Penguat bagian tertentu pada mobil
  2. Membuat tali dengan kekuatan 20 kali lipat dari kekuatan tali baja dengan berat yang sama
  3. Penguat sayap pesawat terbang, dan
  4. Pembuatan rompi anti peluru.

3. Dakron (Poliester)

Dakrin (dacron) adalah merk dagang DuPont untuk poliester polietilena tereftalat (PET, PETE, PETP). Dakron dapat disebut juga Terilena (Terylene). Polietilena tereftalat (PET) adalah polimer yang terbentuk dari reaksi penggabungan monomer suatu asam dioat dengan suatu diol.

polimer kondensasi - monomer dakron

Reaksi esterifikasi

polimer kondensasi - reaksi esterifikasi dakron

Molekul ester yang terbentuk masih memiliki dua gugus fungsi yang tidak bereaksi pada kedua ujungnya.

polimer kondensasi - poliester dakron

Persamaan reaksi keseluruhan

polimer kondensasi - dakron

polimer kondensasi - polimer PET

Ikatan ester bersifat polar sehingga rantai polimer terikat melalui gaya tarik dipol – dipol yang kuat. Akibatnya, PET memiliki sifat – sifat yang keras, kuat, halus, dan tahan terhadap air dan bahan – bahan kimia. Beberapa jenis pakaian anti kusut dan mudah dikeringkan terbuat dari poliester 100%.

PET juga digunakan sebagai bahan untuk pembuatan tempat makanan dan botol minuman, karena sifatnya yang tahan terhadap bahan kimia, nontoksik, dan mudah dicuci.

4. Urea – Metanal (poliamida)

Urea – metanal adalah suatu poliamida yang terbentuk melalui polimerisasi kondensasi dari monomer – monomer urea, CO(NH2)2 dan metanal (HCHO).

polimer kondensasi - monomer urea-metanal

Polimerisasi berlangsung melalui tahap – tahap sebagai berikut:

Tahap pertama, kondensasi berulang

polimer kondensasi - kondensasi berulang urea-metanal

Tahap kedua, pembentukan ikatan silang. Dalam pembentukan ikatan silang, salah satu monomer harus memiliki paling sedikit dua sisi reaktif.

polimer kondensasi - pembentukan ikatan silang urea-metanal

Ringkasan untuk urea-metanal

polimer kondensasi - urea-metanal

Sifat – sifat polimer urea – metanal:

  1. Berwarna putih
  2. Kuat dan kaku
  3. Penghambat (insulator) listrik dan panas yang baik
  4. Tahan terhadap serangan kimia
  5. Walalupun dipanaskan, polimer ini tidak melelh atau berubah bentuk
  6. Dengan pemanasan yang tinggi, polimer ini dapat terurai

Penggunaan:

Polimer urea – metanal adalah plastik termoset. Setelah mengeras, polimer urea – metanal tidak dapat dilunakan atau dilelehkan kembali melalui pemanasan. Oleh karena itu, polimer ini biasa digunakan sebagai:

  1. Bahan penyambung saluran listrik, steker, tombol listrik bercahaya, stop kontak, dan berbagai peralatan listrik yang lain.
  2. Bahan asbak dan pegangan panci.

5. Polimer Bakelit

Polimer Bakelit terbentuk dari polimerisasi metanal dengan fenol. Reaksi ini melibatkan ikatan rangkap C=O pada metanal dan juga eliminasi molekul H2O sehingga digolongkan sebagai polimerisasi kondensasi (adisi/eliminasi).

polimer kondensasi - bakelit

Demikian tulisan mengenai polimer kondensasi, semoga bermanfaat….

Sumber:

Johari, J.M.C & Rachmawati, M.(2008). KIMIA 3; SMA dan MA untuk Kelas XII. Esis: Jakarta

Watoni, A.H., Juniastri,M . (2015). Buku Siswa KIMIA untuk SMA/MA Kelas XII kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu – Ilmu Alam. Yrama Widya: Bandung.

loading...
loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *