SENYAWA ALKALI TANAH

Logam Alkali tanah bersifat reaktif, sehingga ditemukan dalam bentuk senyawanya. Berikut ada beberapa senyawa alkali tanah dan juga kelarutannya.

SENYAWA ALKALI TANAH

1. Oksida dan hidroksida logam alkali tanah

Semua oksida logam alkali tanah dalam air akan membentuk hidroksida yang bersifat basa, kecuali BeO yang bersifat amfoter.

CaO(s) + H2O(l) → Ca(OH)2(aq)

Reaksi oksida logam alkali tanah dengan air merupakan reaksi eksoterm, dan semakin ke bawah, semakin besar energi yang dihasilkan. MgO bereaksi lambat, sedangkan CaO (kapur tohor) bereaksi kuat dan menghasilkan panas yang tinggi. Sementara itu BaO yang direaksikan dengan air akan kelihatan membara.

Mg(OH)2 < Ca(OH)2 < Sr(OH)2 < Ba(OH)2

Meskipun Mg(OH)2 sukar larut, tetapi karena Mg(OH)2 dalam larutan mengalami ionisasi sempurna, maka Mg(OH)2 dikelompokan ke dalam basa yang kekuatannya sedang atau kuat; sedangkan Ca(OH)2, Sr(OH)2 dan Ba(OH)2 dikelompokan sebagai basa kuat.

Senyawa alkali tanah berikutnya, Be(OH)2  dapat larutan basa kuat membentuk ion berilat [(Be(OH)4]2-. Hal ini menunjukan sifat amfoter dari berilium. Larutan garam berilium dalam air bersifat asam karena adanya hidrolisis.

senyawa alkali tanah
Kalsium oksida

Senyawa MgO dikenal sebagai bata tahan api karena tidak terurai pada suhu tinggi, sedangkan CaO dikenal sebagai kapur dan digunakan sebagai bahan bangunan karena kemampuannya dalam melakukan hidrasi (menyerap air). Ba(OH)­2 dikenal dengan air barit yang dapat digunakan untuk identifikasi adanya gas CO2 (dapat digunakan untuk membuktikan adanya gas CO2).

Ba(OH)2(aq) + CO2(g) → BaCO3(s) + H2O(l)

Adanya endapan (keruh) menunjukan bahwa gas yang mengenai air barit mengandung CO2.

2. Halida alkali tanah

Senyawa alkali tanah dapat berupa senyawa halidanya. Senyawa BeX2 merupakan senyawa halida yang berikatan kovalen dan dapat membentuk polimer (molekul gabungan) yang sangat besar. Senyawa halida logam alkali tanah yang lain merupakan senyawa ion yang mempunyai kemampuan untuk menarik air (higroskopis). CaCl2 digunakan untuk memurnikan alkohol karena dapat menarik seluruh air yang terlarut di dalam alkohol. Semua garam halida dari alkali tanah mudah larut dalam air.

3. Kelarutan senyawa alkali tanah

Senyawa alkali tanah dapat berupa garam. Garam-garam sulfat, kromat,oksalat, dan karbonat dari alkali tanah merupakan garam yang sukar larut dalam air. Keteraturan sifat kelarutan garam alkali tanah dari Mg ke Ba dapat digunakan untuk identifikasi adanya ion alkali tanah dalam suatu larutan. Selain dapat digunakan untuk identifikasi, perbedaan kelarutan dapat dimanfaatkan untuk memisahkan campuran ion-ion alkali tanah di dalam suatu larutan. Beberapa nilai hasil kali kelarutan (Ksp) garam alkali tanah terdapat pada tabel berikut.

Tabel Nilai hasil kali kelarutan garam alkali tanah

Kation

Hasil kali kelarutan (Ksp)

MCO3 MCrO4 MSO4 MC2O4 M(OH)2
Mg2+ 3 x 10-9 Besar Besar 9 x 10-5 1 x 10-11
Ca2+ 5 x 10-9 7,1 x 10-4 6 x 10-5 2 x 10-9 3,7 x 10-6
Sr2+ 2 x 10-9 2,2 x 10-5 3 x 10-7 6 x 10-8 1,2 x 10-4
Ba2+ 7 x 10-9 1,2 x 10-10 1 x 10-10 2 x 10-7 5 x 10-2

Data kelarutan setiap senyawa alkali tanah tersebut dapat digunakan sebagai dasar pemisahan campuran ion alkali tanah dalam suatu larutan.

Contoh:

Untuk memisahkan ion Ba2+ dan ion Mg2+ yang tercampur dalam suatu larutan, dapat dilakukan cara-cara berikut.

  1. Menambahkan hidroksida (misalnya NaOH) ke dalam larutan tersebut sehingga Mg2+ mengendap sebagai Mg(OH)2, sedangkan ion Ba2+ belum mengendap. Dengan demikian, ketika disaring, yang tertinggal di dalam larutan adalah ion Ba2+.
  2. Menambahkan larutan kromat (misalnya K2CrO4) atau sulfat (misalnya H2SO4) ke dalam larutan sehingga Ba2+ mengendap sebagai BaCrO4 atau BaSO4, sedangkan Mg2+ belum mengendap. Larutan kemudian disaring dan Mg2+ tetap berada di dalam larutan.

Identifikasi ion alkali tanah dalam larutan dapat dilakukan dengan cara mereaksikannya dengan pereaksi-pereaksi tertentu.

Contoh:

Seorang di laboratorium membuat larutan MgCl2, CaCl2, SrCl2, dan BaCl2 dengan konsentrasi yang sama dan ditempatkan di dalam botol terpisah. Ternyata botol tersebut belum diberi label sehingga orang tersebut kesulitan menentukan jenis larutan yang ada di dalam botol. Hal yang dapat dilakukan adalah:

  1. Menandai botol tersebut dengan huruf , yaitu botol A, B, C, dan D.
  2. Langkah selanjutnya adalah mengambil zat dalam jumlah yang sama ke dalaamtabung reaksi (misalnya 2 mL).
  3. Setiap zat dalam tabung reaksi ditambah dengan 10 tetes larutan NaOH 0,1 M. Tabung yang paling banyak terbentuk endapan (paling keruh) berarti berisi Mg2+ (Ksp Mg(OH)2 paling kecil).
  4. Dengan cara yang sama, tambahkan larutan yang belum diketahui jenisnya dengan 10 tetes Na2SO4 0,1M. Tabung yang paling banyak terbentuk endapan berarti mengandung ion Ba2+ (Ksp BaSO4 paling kecil).
  5. Terakhir, tinggal dua larutan yang belum diketahui, yaitu Ca2+ dan Sr2+. Untuk membedakan keduanya, tambahkan ion yang menghasilkan perbedaan Ksp terbesar, yaitu ion oksalat (Na2C2O4). Tabung yang paling banyak terbentuk endapan adalah Ca2+ (Ksp CaSO4 lebih kecil dari SrSO4).

Demikian ulasan mengenai Senyawa Alkali Tanah. Jika ada masukan, saran ataupun pertanyaan silahkan berkomentar ya. Semoga bermanfaat…..

Sumber:

Sudarmo, U.(2015). KIMIA: Untuk SMA/MA Kelas XII. Erlangga: Jakarta

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *