SENYAWA GAS MULIA

Gas Mulia dikenal sebagai unsur yang stabil. Namun beberapa diantaranya dapat disintesis menjadi senyawa gas mulia, misalnya XePtF6, senyawa gas mulia yang pertama kali berhasil dibuat.

SENYAWA GAS MULIA

Sejak tahun 1894, telah diupayakan pembuatan senyawa gas mulia, mulai dari Moissan yang berusaha mereaksikan gas argon dengan fluorin, sampai beberapa ahli kimia lainnya yang telah berupaya, tetapi selalu gagal.

Tahun 1962, Niels Bartlett, seorang ahli kimia Kanada, mengamati bahwa gas O2 dapat bereaksi dengan senyawa PtF6 pada suhu kamar untuk membentuk zat padat O2PtF6 (oksigen heksafluoroplatinat).

O2(g) + PtF6(s) → O2+PtF6(s)

Dalam penelitian dengan sinar X diketahui bahwa senyawa tersebut merupakan senyawa ionik dari ion oksigenil (O2+) dengan ion PtF6. Dari pengamatan selanjutnya, didapatkan bahwa energi ionisasi molekul oksigen sedikit lebih tinggi daripada energi ionisasi Xe.

O2(g)    →    O2+(g)     +   e                  ∆H = + 1.170 kJ/mol

                 Ion oksigenil

Xe(g)    → Xe+(g)    +   e                      ∆H = + 1.077 kJ/mol

Berdasarkan pengamatan tersebut, maka dicoba untuk mereaksikan Xe dengan PtF6 pada suhu kamar dan berhasil mendapatkan senyawa gas mulia  yang pertama kali, yaitu XePtF6 dalam bentuk kristal merah yang stabil.

Xe(g) + PtF6(s) → XePtF6(s)

senyawa gas mulia
Struktur Xenon hexafluoroplatinate (XePtF6)

Beberapa bulan kemudian, peneliti di pusat penelitian Argone National Laboratory Chicago berhasil mereaksikan gas Xe dengan gas F2 pada suhu 400oC dan meedapatkan zat padat tak berwarna dari XeF4 kemudian XeF2, dan XeF6.

3Xe(g) + 6F2(g) → XeF2(s) + XeF4(s) + XeF6(s)

Setelah itu, didapatkan tidak kurang dari 200 jenis senyawa gas mulia. Tidak hanya senyawa biner, senyawa yang dibentuk dari unsur Xenon dapat pula berupa senyawa oksi. Beberapa senyawa oksi dari Xe, misalnya XeOF2, XeOF4, XeO2F2, XeO3F2, XeO2F4, XeO3, dan XeO4 dapt diperoleh dari XeF4 dan XeF6. Sebagai contoh, ion perxenat (XeO62-) dapat diperoleh dari reaksi antara XeF6 dengan basa kuat.

2XeF6(s) + 16OH(aq) → XeO64-(aq) + Xe(g) + O2(g) + 12F(aq) + 8H2O(l)

Senyawa XeF2, XeF4, dan XeF6 merupakan oksidator kuat, serta dapat mengoksidasi H2O menghasilkan O2.

2XeF2(s) + 2H2O(l) → O2(g) + 2Xe(g) + 4HF(l)

Senyawa XeO3 merupakan zat padat putih yang mudah meledak hanya dengan sedikit ditekan atau digosok. Daya ledaknya setingkat dengan TNT.

Selanjutnya, senyawa-senyawa lain dari gas mulia, yaitu Ar, Kr, dan Rn, juga sudah dapat disintesis, misalnya HarF, KrF2, dan RnF2. Akan tetapi sampai saat ini, senyawa dari He dan Ne belum berhasil disintesis. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh tingginya energi ionisasi dari unsur-unsur tersebut.

Demikian ulasan mengenai Senyawa Gas Mulia. Jika ada masukan, saran ataupun pertanyaan silahkan berkomentar ya. Semoga bermanfaat…..

Sumber:

Sudarmo, U.(2015). KIMIA: Untuk SMA/MA Kelas XII. Erlangga: Jakarta

loading...
loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *