TATA NAMA ALKOHOL

Tata nama alkohol sebenarnya mirip dengan tata nama alkana, hanya saja alkohol memiliki gugus fungsi -OH. Berikut rumus umum Alkohol dan Tata nama alkohol.

TATA NAMA ALKOHOL

tata nama alkohol
etanol sering digunakan sebagai bahan bakar, memili rumus molekul C2H5OH

Rumus Umum Alkohol

Alkohol adalah senyawa dengan rumus umum CnH(2n+2)O. Alkohol mengandung gugus fungsi –OH. Struktur alkohol sering dinyatakan sebagai R – OH, dengan R adalah rantai karbon alkil.

Tata Nama Alkohol / Tata Nama Alkanol

Alkanol adalah nama IUPAC untuk senyawa alkohol (mengandung gugus fungsi hidroksil, -OH). Alkohol berasal dari alkana dengan satu atom H diganti dengan gugus –OH. Nama rantai R-OH berakhiran –ol yang menggantikan akhiran –a pada alkana. Jadi R-H menjadi R-OH, alkana menjadi alkohol. Mengenai tata nama alkohol ini terdiri dari dua macam, yaitu nama IUPAC dan nama Trivial (nama dagang).

Tabel beberapa nama untuk contoh senyawa alkana dan alkanol (alkohol)

Alkana, CnH(2n+2)

Alkanol, CnH(2n+2)OH

Rumus Nama IUPAC Rumus Nama IUPAC
CH4 Metana CH3OH Metanol
CH3CH3 Etana CH3CH2OH Etanol
CH3CH2CH3 Propana CH3CH2CH2OH Propanol

Dan seterusnya

Tata nama alkohol yang bercabang, adalah:

  1. Rantai induk: rantai terpanjang yang mengandung gugus –OH. Nama rantai induk diberi akhiran –ol.
  2. Cabang: alkil yang terikat pada rantai induk. Nama cabang diberi akhiran –il.
  3. Penomoran digunakan untuk menunjukan letak gugus –OH dan alkil pada rantai induk. Penomoran dimulai dari ujung rantai induk yang terdekat dengan gugus –OH.
  4. Bila gugus –OH lebih dari satu, nama rantai induknya adalah alkanadiol, alkanatriol, dan seterusnya untuk senyawa yang mengandung gugus –OH berturut – turut sebanyak 2, 3 dan seterusnya. Sebagai contoh: CH3CH(OH)CH2OH adalah 1,2-propanadiol atau propana-1, 2-diol.

Nama IUPAC yang lain untuk alkohol adalah hidroksi alkana. Hidroksi menunjukan gugus –OH dan alkana menunjukan rantai karbon.

Nama trivial alkohol adalah alkil alkohol. Alkil menunjukan rantai karbon dan alkohol menunjukan gugus –OH. Berikut beberapa contoh dari penamaan alkohol .

  1. CH3CH2OH

Nama IUPAC:  etanol atau hidroksi etana

Nama Trivial: etil akohol

  1. CH3CH2CH(OH)CH3

Nama IUPAC: 2-butanol atau butana-2-ol atau 2-hidroksi butana bukan 3-butanol

Nama Trivial : 2-butil alkohol

  1. CH3CH2 CH2 CH(CH3)CH2OH

Nama IUPAC: 2-metil-1-pentanol atau 2-metil pentana-1-ol atau 1-hidroksi-2-metil pentan, bukan 4-meti-5-pentanol

Nama Trivial: (2-metil pentil)-1-alkohol

Berdasarkan letak gugus –OH pada rantai karbon, alkohol dikelompokan menjadi tiga jenis, yaitu alkohol primer, sekunder dan tersier.

  1. Alkohol primer: gugus –OH terikat pada atom C primer (1o).
  2. Alkohol sekunder: gugus –OH terikat pada atom C sekunder (2o)
  3. Alkohol tersier: gugus –OH terikat pada atom C tersier (3o)

tata nama alkohol

Demikian ulasan mengenai tata nama alkohol. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai alkohol ini, silahkan kunjungi pembahasan alkohol. Jika ada masukan, saran ataupun pertanyaan silahkan berkomentar ya. Semoga bermanfaat…..

Sumber:

Sudarmo, U.(2013). KIMIA: Untuk SMA/MA Kelas XI, Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam. Erlangga: Jakarta

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *