TEKANAN OSMOTIK

Osmosis adalah peristiwa difusi atau perpindahan pelarut dari suatu larutan lebih encer atau pelarut murni ke larutan yang lebih pekat melalui membran semi-permeable. Contoh tekanan osmotik dalam kehidupan sehari-hari adalah masuknya air tanah ke tanaman melalui sel akar. Suatu peristiwa osmosis akan menimbulkan tekanan osmotik.

TEKANAN OSMOTIK

Untuk memahami tekanan osmotik lebih jauh, perhatikan gambar di bawah ini. Pada gambar tersebut ada dua wadah yang diisi  air murni (A) dan suatu larutan (B). Keduanya dipisahkan oleh membran semipermeabel, dimana hanya bisa dilalui oleh molekul air saja.

tekanan osmotik
Proses osmosis dengan membran semi-permeabel

Gambar (a) menggambarkan kondisi awal. Setelah beberapa lama (gambar (b)) permukaan larutan (B), menjadi naik, sedangkan permukaan air murni (B) turun, hingga kesetimbangan tercapai. Tekanan balik dibutuhkan untuk menahan terjadinya osmosis tersebut (gambar (c)) yang besarnya tentu sama dengan tekanan pada peristiwa osmosis. Inilah yang dinamakan tekanan osmotik.

Jika kondisinya tekanan osmotik antara dua larutan sama besar maka disebut isotonik. Jika tekanan osmotik salah satunya lebih besar disebut hipertonik, dan jika tekanan osmotik salah satu larutannya lebih rendah disebut hipotonik.

 Jadi bisa disimpulkan:

Tekanan osmotik adalah tekanan hidrostatik yang terbentuk pada larutan untuk menghentikan proses osmosis pelarut ke dalam larutan melalui membran semi-permeabel.

Seperti yang telaah disebutkan besarnya tekanan luar (tekanan osmotik) adalah sama dengan tekanan untuk melakukan osmosis tersebut. Oleh karena itu, tekanan osmotik juga dapat didefinisikan sebagai berikut:

Tekanan osmotik adalah tekanan luar yang diberikan pada larutan untuk menghentikan proses osmosis pelarut ke dalam larutan melalui membran semi-permeabel.

Jadi secara umum, tekanan osmotik suatu larutan sama dapat berupa tekanan hidrostatis yang terbentuk dalam larutan atau tekanan luar yang diberikan pada larutan untuk menghentikan proses osmosis.

Nilai tekanan osmotik π dari suatu larutan dapat dihitung menggunakan persamaan van’t Hoff, yang identik dengan Hukum Gas Ideal.

π V = nRT

π = (n/V) R T

π = M R T

dengan π = tekanan osmotik (atm atau Pa)

              V = volume larutan (L atau dm3)

              n = mol zat terlarut (mol)

              T = suhu

             R = 0,082 L atm / mol K = 8,314 m3 Pa / mol K

Dari persamaan tersebut, terlihat bahwa nilai tekanan osmotik hanya bergantung pada jumlah partikel zat terlarut dalam larutan yang dinyatakan dengan kemolaran larutan.

Contoh Soal Tekanan  Osmotik

Berapa tekanan osmotik suatu larutan naftalen (C10H8) dalam benzena yang mengandung 10 g naftalen per satu liter larutan? Suhu larutan 15oC.

Jawab

Jumlah mol naftalen    = massa/Mr = 10/128 = 0,0781 mol

Kemolaran larutan, M = n/V = 0,0781 mol / 1 L

                                          = 0,0781 mol/L

Tekanan osmotik,

π = 0,0781 mol/L x 0,082 L atm / mol K x 288 K = 1,85 atm

Demikian tulisan mengenai tekanan osmotik. Jika ada masukan, saran ataupun pertanyaan silahkan berkomentar ya. Semoga bermanfaat…..

Sumber:

Cahyana, U., Sukandar, D., & Rahmat.(2007).KIMIA untuk SMA dan MA Kelas XII. Piranti Darma Kalokatama: Jakarta.

Johari, J.M.C & Rachmawati, M.(2008). KIMIA 3; SMA dan MA untuk Kelas XII. Esis: Jakarta

loading...
loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *